Mobil Tercebur ke Sungai di Tapanuli Tengah, Tiga Orang Tewas dan Tiga Luka-luka

Tiga orang tewas setelah sebuah mobil Suzuki Escudo tercebur ke sungai di kawasan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu pagi, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam kecelakaan tersebut, tiga penumpang berhasil diselamatkan dengan luka-luka, sementara tiga lainnya, termasuk sang pengemudi, ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang terbalik di dasar sungai.
Informasi resmi disampaikan oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kapolsek Barus, Iptu Mulia Riadi. Mobil naas itu melaju dari arah Barus menuju Sorkam dalam kondisi hujan dan jalanan yang licin. Saat melintas di tikungan tajam di wilayah Muara Sibulu Pal 7, Kelurahan Sosorgadong, kendaraan tersebut kehilangan kendali dan langsung masuk ke dalam sungai. Cuaca gelap, jalan yang licin, dan kecepatan tinggi menjadi kombinasi mematikan yang menyebabkan tragedi ini.
“Pengemudi diduga melaju dalam kecepatan tinggi saat kondisi jalan sedang hujan deras. Ketika sampai di tikungan, kendaraan oleng dan akhirnya tercebur ke sungai,” ujar Kapolsek Barus.
Kronologi mobil tercebur ke sungai di Tapanuli Tengah
Kejadian berlangsung sangat cepat. Sekitar pukul 05.00 WIB, warga di sekitar lokasi mendengar suara dentuman keras dan segera bergegas ke arah sungai. Sesampainya di tempat kejadian, mereka melihat sebagian bodi mobil masih terlihat di permukaan air, sedangkan arus sungai cukup deras karena hujan sejak malam hari.
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Barus, warga setempat, dan tim medis dari Puskesmas terdekat. Tiga penumpang yang selamat berhasil keluar dari mobil dan segera dilarikan ke Puskesmas Barus dan Klinik Bidan Herbina Hutasoit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara tiga korban lainnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah proses evakuasi yang memakan waktu hampir dua jam.
“Tim kami dibantu warga melakukan evakuasi secepat mungkin. Sayangnya tiga orang tidak sempat diselamatkan. Posisi mereka terjebak di dalam mobil yang sudah terbalik dan tenggelam di dasar sungai,” kata Kapolsek.
Identitas ketiga korban tewas adalah Rivaldi Sinaga (28) sebagai pengemudi, Rini Nirwana (36), dan Silviana Tami (34), dua di antaranya dikenal sebagai penyanyi hiburan malam. Ketiganya merupakan warga dari Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Sedangkan korban selamat adalah Edy Sahruddin Silalahi (47), Sudirman Tumanggor (37), dan Dermayani (35), yang juga mengalami luka namun dalam kondisi stabil.
Jalur rawan kecelakaan perlu perhatian serius
Insiden ini membuka kembali diskusi tentang pentingnya keselamatan berkendara di jalur-jalur rawan seperti lintas Barus-Sorkam. Wilayah ini memang dikenal memiliki banyak tikungan curam dengan kontur jalan yang sempit dan minim penerangan. Dalam kondisi cuaca ekstrem, risiko kecelakaan meningkat signifikan.
Masyarakat sekitar mengaku bahwa kecelakaan di titik tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa tahun terakhir, sudah ada beberapa insiden kecil yang menimpa pengendara roda dua dan mobil pribadi. Namun, peristiwa yang menelan korban jiwa sebanyak ini tergolong langka, sehingga menyisakan duka mendalam bagi warga.
Pihak kepolisian pun berharap adanya peninjauan ulang terhadap rambu-rambu peringatan dan perlunya pemasangan pembatas jalan atau guard rail di beberapa tikungan berbahaya. Selain itu, kesadaran pengemudi untuk tidak memacu kendaraan dalam kondisi hujan lebat juga menjadi faktor krusial.
“Kami imbau seluruh pengendara yang melintas di rute ini agar mengurangi kecepatan, terutama saat hujan. Banyak tikungan tajam yang bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi dengan hati-hati,” ungkap Kapolres.
Tragedi mobil tercebur sungai jadi pengingat keselamatan bersama
Selain menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan dinas perhubungan, peristiwa ini juga menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih dalam. Ketiga korban dikenal sebagai individu yang aktif di lingkungan sosialnya. Salah satu korban, Silviana Tami, dikenal warga sebagai penyanyi lokal yang sering tampil di berbagai acara hajatan. Rasa kehilangan yang ditinggalkan tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh komunitas yang mengenal mereka.
Pemakaman para korban dilakukan di kampung halaman masing-masing pada hari yang sama setelah proses visum selesai. Tangis haru mewarnai pelepasan jenazah, sementara media sosial lokal dipenuhi ucapan duka dan doa dari sahabat-sahabat dekat mereka.
Tragedi ini menyisakan luka, tetapi juga pelajaran. Kecepatan boleh menjadi bagian dari perjalanan, namun kehati-hatian adalah syarat utama keselamatan. Dalam setiap perjalanan, apalagi di rute rawan dan kondisi cuaca ekstrem, kejelian pengemudi dan kesiapan infrastruktur sangat menentukan.
Kecelakaan ini juga menjadi peringatan bagi pemangku kepentingan untuk tidak menunda evaluasi terhadap kondisi jalanan nasional, khususnya di wilayah pegunungan dan sungai. Tidak cukup hanya berharap pada peringatan lisan atau spanduk pengingat. Diperlukan tindakan nyata agar jalur-jalur yang menyimpan potensi bahaya bisa segera ditata ulang.
Meski nyawa tidak bisa kembali, namun upaya pencegahan bisa menyelamatkan yang lain.
Sumber: Waspada.id – Mobil Tercebur Ke Sungai di Tapteng, 3 Tewas – 23 Agustus 2025
Sumber: Mistar.id – Polisi Jelaskan Kronologi Kecelakaan Mobil Escudo Tercebur di Sosorgadong Tapteng – 23 Agustus 2025

