Lewat Garuda Indonesia, Medan Dorong Kuliner dan UMKM Tembus Langit

ilustrasi Wali Kota Medan bertemu perwakilan Garuda Indonesia membahas promosi kuliner di pesawat

Ada cara baru yang sedang dijajaki Pemerintah Kota Medan untuk memperkenalkan kuliner khas dan produk lokal ke panggung nasional bahkan global. Langkah ini tidak melalui pameran UMKM konvensional, bukan juga sekadar festival daerah, melainkan lewat jalur langit: di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Jumat 22 Agustus 2025 menerima kunjungan dari Vice President Garuda Indonesia Cabang Medan, Agny Galus Pratama. Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Kota Medan dan membahas peluang kolaborasi strategis antara Pemko Medan dan maskapai nasional tersebut.

“Kami ingin kuliner dan produk UMKM Medan bisa ikut ditampilkan di penerbangan Garuda, maupun di lounge bandara. Bukan sekadar promosi, tapi benar-benar membuat produk lokal bisa dinikmati oleh lebih banyak orang,” ujar Rico Waas di hadapan tamunya.

Gagasan ini berangkat dari kesadaran bahwa promosi budaya dan produk lokal tidak lagi cukup hanya lewat media promosi statis. Dibutuhkan cara yang menyentuh langsung pengalaman konsumen, dan ruang dalam pesawat, terutama kelas bisnis dan lounge bandara, dinilai sebagai medium yang potensial.

Kehadiran makanan khas Medan di dalam penerbangan nasional diharapkan bisa mengubah cara orang memandang kota ini. Tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar atau kota sejarah, tapi juga sebagai kota kuliner yang kaya cita rasa dan penuh karakter.

Kolaborasi kuliner Medan dan Garuda Indonesia

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Odi Batubara dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Chairuniza. Mereka memberikan pandangan tambahan terkait peluang kolaborasi jangka panjang, termasuk penguatan narasi kota lewat produk budaya dan gastronomi.

Agny Galus Pratama sebagai perwakilan Garuda Indonesia menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut bahwa saat ini Garuda memang sudah menyajikan hidangan khas dari berbagai daerah, dan Medan dinilai punya potensi yang sangat besar untuk bergabung dalam daftar tersebut.

“Kami sangat terbuka. Potensi kuliner Medan luar biasa dan bisa jadi pengalaman yang berkesan bagi penumpang Garuda,” kata Agny Galus.

Ia juga menyebut pihaknya siap menindaklanjuti ajakan tersebut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret. Salah satu tahapan awalnya adalah uji coba sajian kuliner khas Medan di lounge Garuda untuk melihat respons pasar.

Tidak hanya makanan berat, namun juga berbagai produk UMKM seperti kopi, camilan khas, hingga kerajinan tangan berpotensi masuk dalam ruang eksposur Garuda Indonesia.

Langkah ini selaras dengan upaya Pemko Medan untuk terus mendongkrak daya saing produk lokal. Selain menarget pasar domestik, pendekatan ini juga menyasar wisatawan asing yang sering menggunakan Garuda sebagai maskapai pilihan.

Fun Run sebagai jembatan komunitas dan promosi daerah

Pertemuan tersebut tak hanya membahas soal kuliner dan UMKM. Dalam kesempatan itu, pihak Garuda juga mengundang Rico Waas untuk turut serta dalam acara Fun Run bertajuk “Garuda On the Move” yang akan digelar Minggu, 24 Agustus 2025.

Acara ini rencananya akan berlangsung di Lapangan Merdeka Medan dan melibatkan sekitar 150 peserta dari berbagai stakeholder Garuda. Kegiatan tersebut dinilai sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif antara Garuda dan pemerintah daerah untuk menjalin kedekatan dengan komunitas lokal.

Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, Fun Run ini juga akan menjadi sarana promosi gaya hidup sehat serta memperkenalkan citra baru kota Medan sebagai kota yang dinamis, modern, dan terbuka terhadap kerja sama lintas sektor.

Rico Waas mengapresiasi ajakan tersebut dan menyebutnya sebagai peluang memperkuat identitas kota. Menurutnya, Medan bukan hanya tempat yang penuh sejarah, namun juga wilayah yang terus bergerak ke depan dengan semangat kolaboratif.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kota ini hanya akan tumbuh jika kita saling membuka ruang dan percaya bahwa kolaborasi bisa membawa dampak besar,” tegasnya.

Mengangkat citra UMKM Medan ke panggung nasional

Langkah Pemko Medan untuk menggandeng Garuda Indonesia sebenarnya menjadi simbol dari pendekatan baru dalam memajukan sektor ekonomi kreatif lokal. Di tengah tantangan global, banyak UMKM kesulitan menembus pasar yang lebih luas. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya eksposur dan akses ke konsumen premium.

Dengan menjadikan produk-produk lokal bagian dari layanan maskapai nasional, Medan memberi pesan kuat bahwa ekonomi daerah bisa naik kelas. Bukan dengan mengorbankan kualitas, tapi dengan mengangkat standar dan memperluas jangkauan.

Kebijakan ini juga memperkuat posisi Medan sebagai salah satu pusat kuliner utama di Indonesia. Dikenal dengan keberagaman etnis dan budaya, Medan memiliki warisan makanan yang kaya, mulai dari nasi gurih, soto Medan, bihun bebek, hingga ragam kue tradisional yang kuat karakter rasa dan penyajiannya.

Jika strategi ini berhasil, bukan tidak mungkin kota-kota lain akan mengikuti jejak serupa. Kolaborasi lintas institusi bisa menjadi cetak biru baru dalam membangun ekonomi berbasis budaya.

“Kita harus percaya diri dengan apa yang kita punya. Produk kita layak masuk ke kabin pesawat, layak tampil di lounge Garuda, dan layak dinikmati siapa saja, dari mana saja,” tutup Rico.

Sumber: Indozone – Rico Waas Dorong Garuda Indonesia Angkat Citra Kuliner dan UMKM Medan – 24 Agustus 2025

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *