Chandra Dalimunthe Ditunjuk Jadi Plt Kadis Penanaman Modal Sumut, Ini Dampaknya

Penunjukan seorang pejabat baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali menjadi perhatian. Kali ini, Chandra Dalimunthe resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Sumut. Perubahan ini diumumkan melalui kanal resmi instansi terkait dan langsung mengundang perhatian sejumlah pihak karena berkaitan langsung dengan iklim investasi di daerah.
Pengisian jabatan tersebut tidak terjadi dalam ruang hampa. Sebelumnya, posisi Kepala Dinas PMPTSP dijabat oleh Faisal Arif Nasution yang kini sudah mengemban tanggung jawab baru sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan di lingkungan Setda Provinsi Sumut. Perpindahan ini menyisakan kekosongan posisi yang cukup strategis dalam pelayanan publik dan pengembangan investasi.
Ketiadaan pejabat definitif di posisi PMPTSP tentu menuntut respons cepat. Maka dari itu, penunjukan Chandra Dalimunthe sebagai pejabat sementara menjadi pilihan yang dianggap tepat, mengingat latar belakang dan pengalaman yang ia miliki.
Pengalaman dan rekam jejak Chandra Dalimunthe
Sosok Chandra bukanlah nama baru di pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai Plt Kadis PMPTSP, Chandra telah dilantik pada awal Mei 2025 sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Setda Provinsi Sumatera Utara. Jabatan ini masih ia emban hingga saat ini, yang berarti ia akan merangkap dua posisi sekaligus.
Menilik ke belakang, Chandra sebelumnya juga memiliki pengalaman yang panjang di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Ia sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Medan. Bahkan, ia pernah menduduki posisi sebagai Camat Medan Johor, sebuah wilayah strategis yang memiliki dinamika sosial dan administrasi cukup kompleks.
Dengan bekal pengalaman tersebut, Chandra dianggap memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin sementara DPMPTSP Sumut, terutama dalam memastikan pelayanan terhadap dunia usaha tetap berjalan optimal.
Penugasan ganda dan tantangan koordinasi layanan publik
Menariknya, jabatan Plt ini bukan berarti melepaskan tanggung jawab sebelumnya. Chandra tetap berkantor sebagai Kepala Biro PBJ sekaligus menangani dinamika di DPMPTSP. Penugasan ganda ini tentu menuntut kemampuan manajerial yang tinggi, mengingat dua jabatan ini memiliki kompleksitas teknis dan operasional yang cukup berbeda.
Jika di Biro PBJ ia berurusan dengan proses lelang, regulasi pengadaan, dan efisiensi anggaran, maka di DPMPTSP tantangan utamanya ada pada kemudahan layanan, transparansi investasi, serta respons terhadap pelaku usaha. Perpindahan ini menempatkan Chandra dalam peran krusial yang bisa menentukan persepsi publik terhadap efektivitas pelayanan pemerintah.
Akun resmi @dpmptsp_sumut pun langsung mengunggah ucapan selamat kepada Chandra dengan narasi yang cukup hangat:
“Semoga dapat terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan pelayanan terbaik bagi kemajuan investasi serta pembangunan Sumatera Utara.”
Kalimat tersebut memberi sinyal bahwa ekspektasi terhadap Chandra sangat tinggi, dan publik menanti kinerja nyatanya dalam waktu dekat.
Dampak penunjukan Plt Kadis Penanaman Modal Sumut terhadap investasi
Penunjukan pejabat baru di posisi penting seperti ini bukan sekadar urusan administratif. Bagi dunia usaha, siapa yang duduk di kursi Kepala DPMPTSP menjadi indikator penting atas keberpihakan pemerintah terhadap kemudahan berbisnis.
Dalam konteks Sumatera Utara, DPMPTSP memegang peran vital dalam memfasilitasi izin usaha, investasi asing, pengurusan OSS, hingga penyederhanaan birokrasi yang seringkali dikeluhkan pengusaha lokal. Oleh karena itu, perubahan kepemimpinan akan selalu diikuti dengan harapan perbaikan.
Figur seperti Chandra yang telah lama berkecimpung di ranah pengadaan dan birokrasi praktis, diyakini mampu memahami kebutuhan pelaku usaha. Namun, publik tetap akan menilai dari capaian nyatanya. Apakah ia mampu mengurangi bottleneck perizinan? Bisakah ia mengakselerasi proyek strategis daerah? Dan yang paling penting: apakah ia akan berani berinovasi di tengah keterbatasan wewenang sebagai Plt?
Potensi rotasi lanjutan di Pemprov Sumut
Penunjukan ini juga membuka ruang spekulasi mengenai rotasi jabatan selanjutnya di lingkungan Pemerintah Provinsi. Tidak tertutup kemungkinan bahwa jika kinerja Chandra sebagai Plt dianggap memuaskan, maka ia akan dilantik secara definitif. Sebaliknya, jika ada evaluasi negatif, roda rotasi bisa kembali bergerak.
Sementara itu, keberadaan Chandra di posisi ini dinilai bisa menjadi jembatan sementara untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik, sekaligus sebagai fase transisi menuju kepemimpinan yang lebih stabil di DPMPTSP.
Menjelang akhir tahun, di tengah gencarnya promosi investasi daerah, penunjukan ini memiliki makna strategis. Meskipun belum diumumkan program spesifik apa yang akan dijalankan oleh Chandra, masyarakat berharap langkah-langkah konkret segera diambil, terutama menyangkut pelayanan OSS, perizinan online, dan kemitraan dengan pelaku industri.
Ke depan, tantangan terbesarnya bukan hanya soal teknis administrasi, tetapi juga menyangkut transparansi, integritas, serta kemampuan membangun kepercayaan antara pemerintah dan dunia usaha. Posisi ini bukan sekadar kursi, melainkan titik temu antara pelayanan dan harapan.
Sumber: Mistar.id – Chandra Dalimunthe Jadi Plt Kadis Penanaman Modal Sumut – 14 September 2025

