Purbaya Gantikan Sri Mulyani Usai Demo Berdarah, Pasar Keuangan Bergejolak

Dalam hitungan hari setelah kerusuhan massa mengguncang jalanan ibu kota, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah drastis yang langsung mengguncang panggung politik dan ekonomi nasional. Sri Mulyani Indrawati, sosok yang selama hampir dua dekade dikenal sebagai benteng fiskal Indonesia, resmi digantikan dari kursi Menteri Keuangan. Keputusan ini diumumkan pada Senin, 8 September 2025, bersamaan dengan reshuffle kabinet yang disebut-sebut sebagai manuver darurat menghadapi tekanan sosial dan ekonomi yang memuncak.
Kursi yang ditinggalkan Sri Mulyani kini ditempati oleh Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom dan mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan. Nama yang mungkin terdengar asing di telinga awam, tapi punya rekam jejak panjang di dunia keuangan. Pelantikan ini menandai pergeseran arah yang cukup signifikan dalam kebijakan fiskal Indonesia, setidaknya menurut pembacaan pasar dan pengamat ekonomi.
Gelombang demo yang mendahului reshuffle ini bermula dari polemik tunjangan mewah anggota DPR. Massa turun ke jalan dengan tuntutan utama pencabutan tunjangan rumah anggota dewan yang dianggap tidak masuk akal, apalagi di tengah tekanan hidup rakyat akibat inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Demonstrasi berujung bentrok berdarah, dengan 10 orang dilaporkan meninggal dunia. Salah satunya, Affan Kurniawan, seorang ojek online, tewas terkena hantaman kendaraan lapis baja.
“Keputusan reshuffle ini adalah hak prerogatif Presiden, dan merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan menyikapi situasi terkini,” kata juru bicara Istana dalam pernyataan tertulis.
Ketegangan merambat cepat ke sektor keuangan. Hanya beberapa jam setelah pengumuman resmi, nilai tukar rupiah terjun lebih dari 1 persen terhadap dolar AS. IHSG turut jatuh, disertai penurunan harga obligasi negara. Bank Indonesia bergerak cepat, melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan gejolak yang timbul akibat kekhawatiran investor.
Pidato Perpisahan Sri Mulyani dan Serah Terima Jabatan
Di hari berikutnya, Selasa pagi 9 September 2025, Gedung Kementerian Keuangan menjadi saksi momen penuh haru. Sri Mulyani menyampaikan pidato perpisahan di hadapan jajaran kementerian dan awak media. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan, serta memohon maaf jika selama menjabat ada kekurangan dan kekhilafan.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Saya pamit sebagai warga negara biasa, dan mohon ruang privasi saya dihormati,” ujar Sri Mulyani.
Dalam pesannya kepada Purbaya, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal, serta memastikan seluruh kebijakan dijalankan dengan profesionalisme, kompetensi, dan integritas tinggi. Ia juga menutup sambutannya dengan pesan sederhana, namun menyentuh: jangan lelah mencintai Indonesia.
Respon yang hadir dalam ruangan tampak campur aduk. Ada yang menitikkan air mata, ada pula yang hanya terdiam, menyimak dengan saksama. Banyak yang menyadari, kepergian Sri Mulyani bukan sekadar pergantian pejabat. Ini juga penanda berakhirnya sebuah era.
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari LPS Menuju Bendahara Negara
Purbaya mungkin bukan sosok flamboyan di dunia politik, namun di kalangan ekonom ia bukan nama baru. Sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS sejak 2020. Latar belakangnya mencakup pengalaman luas sebagai analis pasar, penasihat kebijakan, dan akademisi di berbagai lembaga.
Dalam konferensi pers perdananya, Purbaya mengakui bahwa penunjukan dirinya terasa seperti kejutan. Ia bahkan mengira undangan ke Istana adalah panggilan palsu.
“Saya syok, saya pikir ini prank. Tapi ternyata benar,” katanya, disambut tawa kecil awak media.
Meski begitu, ia langsung tancap gas dengan menyampaikan visi dan misinya. Target pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang ia sodorkan adalah 6 hingga 7 persen, dengan harapan jangka panjang mencapai 8 persen. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk mewujudkan pertumbuhan inklusif.
“Saya adalah pelaku pasar. Jadi saya tahu seperti apa menjaga kepercayaan investor. Tapi saya juga tahu kita harus mendorong pertumbuhan yang menyentuh masyarakat luas,” tambahnya.
Pernyataan itu sontak jadi pembicaraan di kalangan analis. Sebagian menilai positif, menyebut Purbaya punya pendekatan segar dan realistis. Tapi tidak sedikit yang khawatir, apalagi melihat kondisi fiskal yang sedang ketat dan defisit yang melebar.
Dampak Langsung terhadap Stabilitas Ekonomi Nasional
Pasar keuangan bukan satu-satunya sektor yang merespons cepat. Lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch dan S&P mulai mengevaluasi kembali outlook fiskal Indonesia. Sentimen pasar melemah karena kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal baru yang mungkin kurang disiplin. Terlebih dengan program-program populis seperti makan gratis yang akan menguras anggaran negara.
Bank Indonesia sendiri menyatakan akan terus memantau volatilitas pasar dan siap mengambil langkah lanjutan jika diperlukan. Di sisi lain, pelaku usaha dan dunia bisnis berharap agar Menkeu baru tetap menjaga kesinambungan kebijakan yang sudah berjalan baik selama ini.
Para pengamat politik menyoroti reshuffle ini sebagai sinyal kuat bahwa Prabowo berani mengambil risiko untuk menjaga stabilitas politik. Namun, langkah ini juga dianggap pertaruhan besar, karena Sri Mulyani punya reputasi internasional yang tak tergantikan dalam waktu singkat.
“Kehilangan Sri Mulyani itu seperti kehilangan jantung dari kredibilitas fiskal kita,” ujar seorang analis dari lembaga riset internasional.
Kini semua mata tertuju pada Purbaya dan timnya. Mampukah ia menjawab tantangan yang kompleks dalam waktu yang sangat sempit? Atau justru publik akan makin kehilangan kepercayaan terhadap arah ekonomi nasional?
Situasi ini membuka babak baru dalam politik fiskal Indonesia. Dan seperti biasa, sejarah akan mencatat, siapa yang hanya lewat, siapa yang meninggalkan jejak.
Sumber: AP News – Indonesian leader fires ministers of finance and security after deadly protests – 9 September 2025
Sumber: Reuters – Indonesian finance minister’s removal unnerves investors, rupiah tumbles – 9 September 2025
Sumber: DDTC News – Serahkan Jabatan Menkeu kepada Purbaya, Ini Pesan Sri Mulyani – 9 September 2025
Sumber: Bloomberg – Indonesia’s new finance chief aims to spur growth, ease unrest – 9 September 2025
Sumber: Antara News – Ini Alasan Mengapa Sri Mulyani Diganti dari Menteri Keuangan – 9 September 2025

