Gubernur Sumut Dorong OPD Terbuka kepada Media demi Transparansi Pembangunan

Ilustrasi suasana dialog antara pejabat pemerintah dan wartawan lokal di kantor gubernur

Di tengah tantangan komunikasi publik yang makin kompleks, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan pesan penting kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sumut. Dalam sebuah acara silaturahmi bersama para pemimpin redaksi media lokal yang berlangsung hangat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Bobby meminta agar OPD tidak lagi menutup diri terhadap kehadiran media, melainkan aktif memberikan informasi pembangunan secara terbuka.

Seruan ini bukan sekadar imbauan, tapi menjadi peringatan halus akan pentingnya keterbukaan informasi di era digital. Menurut Bobby, kehadiran media bukan hanya sebagai penyampai kabar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan yang melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat. Ia mengatakan bahwa para kepala dinas sebaiknya membiasakan diri berbicara di depan publik, menyampaikan program kerja mereka dengan jujur, serta melibatkan wartawan saat kunjungan lapangan.

“OPD harus terbuka dengan media. OPD juga bisa memberikan gambaran di dinasnya masing-masing mau ngapain, mau seperti apa,” ujar Bobby Nasution, seperti dikutip dalam acara tersebut.

Bobby mengungkapkan bahwa selama ini ia kerap membawa pejabat dinas ke lapangan, memaksa mereka berinteraksi langsung dengan warga dan media. Di situ, ia meminta agar mereka memperkenalkan nama, jabatan, serta menjelaskan anggaran yang dikelola. Langkah ini bukan tanpa tujuan. Ia ingin membangun budaya transparansi di jajaran birokrasi provinsi agar publik merasa dilibatkan dalam setiap kebijakan.

“Kadang saya bawa OPD ke masyarakat. Saya suruh mereka memperkenalkan diri, jabatannya, terus anggarannya berapa. Ini yang biasa kami lakukan,” lanjutnya.

Kolaborasi OPD dan wartawan sebagai bagian dari transparansi pembangunan

Dalam kesempatan yang sama, Bobby juga menekankan bahwa pembangunan daerah bukanlah proyek individu. Tidak ada tokoh tunggal yang mampu menyelesaikan semua tantangan. Ia menolak mitos superhero dalam birokrasi dan lebih memilih model kerja superteam. Semua pihak, termasuk insan pers, memiliki peran penting dalam membangun Sumatera Utara secara kolektif.

“Enggak ada yang bisa menjadi superhero membangun sebuah wilayah, yang kita perlukan ini superteam. Enggak ada Batman, enggak ada Superman, kami butuh superteam dari yang kita hadir di sini,” tegas Bobby.

Melalui pendekatan ini, Bobby berharap agar hubungan antara pemerintahan daerah dan media tidak lagi dilandasi kecurigaan. Justru sebaliknya, jalinan kemitraan yang sehat dan konstruktif menjadi kunci dalam menyampaikan program-program kerja pemerintah kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami dan akurat.

Respons dari kalangan jurnalis pun positif. Kepala Biro TV One untuk wilayah Sumatera, Wanasari, menyampaikan apresiasinya terhadap keterbukaan yang dibangun oleh Gubernur Sumut. Ia menilai bahwa pelibatan wartawan dalam kunjungan lapangan bukan hanya memberikan akses, tetapi juga menciptakan rasa saling percaya.

“Pak Gubernur kerap membawa wartawan ke lapangan atau daerah. Peliputan yang dilakukan wartawan mengenai gubernur adalah bentuk dukungan media kepada program Pak Bobby Nasution,” kata Wanasari.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan media mampu memperkuat keberlanjutan industri jurnalisme lokal. Bukan hanya soal akses, tetapi juga tentang eksistensi media daerah yang bergantung pada kepercayaan publik dan kualitas informasi yang mereka sampaikan.

Media Sumatera Utara punya pengaruh nasional, Bobby ajak manfaatkan potensi ini

Bobby Nasution tidak sekadar menyampaikan kritik atau himbauan. Ia juga memberikan pengakuan atas peran besar media di Sumatera Utara, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Dalam forum yang sama, ia menyebut bahwa jumlah media di provinsinya tergolong besar di kawasan Pulau Sumatera. Bahkan, menurutnya, dalam pertemuan-pertemuan nasional, Sumut sering disebut sebagai wilayah yang memiliki pengaruh media cukup signifikan.

Kenangan Bobby pada Hari Pers Nasional 2023 yang dilaksanakan di Deli Serdang pun menjadi pengingat bahwa Sumatera Utara pernah menjadi pusat perhatian pers nasional. Momen itu, menurutnya, bisa menjadi titik awal membangun kembali kekuatan jurnalisme daerah yang berkontribusi besar terhadap pembangunan.

Dengan modal historis dan potensi tersebut, Gubernur Bobby mengajak para awak media untuk ikut berperan aktif dalam mengisi ruang publik dengan informasi yang membangun, bukan sekadar sensasi. Ia percaya bahwa ketika media memilih peran sebagai mitra kritis yang bertanggung jawab, maka proses pembangunan akan lebih partisipatif dan akuntabel.

Tak hanya bagi OPD, pesan ini pun menjadi pengingat bagi semua pemangku kepentingan di pemerintahan dan masyarakat sipil. Era keterbukaan informasi telah mengubah cara warga menilai kinerja pejabat publik. Maka, kolaborasi antara birokrasi dan media bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan yang harus dijalankan jika ingin membangun kepercayaan dan legitimasi.

Gubernur Bobby Nasution menutup pertemuan tersebut dengan keyakinan bahwa Sumatera Utara akan lebih maju apabila semua elemen, dari pemerintah hingga media, bersatu dalam satu visi besar: pelayanan publik yang transparan dan demokratis. Suatu cita-cita yang hanya bisa dicapai jika setiap OPD tidak lagi memandang wartawan sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.

Sumber: ANTARA News – Gubernur Sumut Minta OPD Pemprov Terbuka dengan Wartawan – 26 Agustus 2025

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *