Jakarta Kembali Dilanda Banjir Kiriman: 53 RT Terendam, Ratusan Warga Mengungsi

Ilustrasi banjir di Jakarta dengan warga dievakuasi perahu polisi dan latar rumah serta mobil terendam air

Tak ada hujan yang turun tanpa pesan. Minggu pagi, 6 Juli 2025, Jakarta kembali diguyur deras sejak dini hari. Seiring embun belum sempat mengering di sela trotoar ibu kota, genangan mulai naik diam-diam, merambat dari saluran air yang meluap hingga merendam rumah-rumah di pinggiran Kali Ciliwung. Kali ini, bukan sekadar sisa hujan lokal. Ini kiriman.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, hingga Minggu siang, setidaknya 53 Rukun Tetangga (RT) tercatat tergenang air, sebagian besar berada di Jakarta Timur dan Selatan. Tinggi air bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 300 cm, terutama di kawasan Cawang dan Cililitan. Informasi ini datang tidak hanya dari pantauan petugas, tapi juga dari laporan masyarakat yang mengabari langsung ke pusat data DKI melalui kanal darurat.

Dampak Genangan Meluas dan Evakuasi Warga

Kawasan Bidara Cina, Balekambang, dan Kampung Melayu menjadi titik berat banjir yang dipicu oleh luapan Kali Ciliwung. Di Jakarta Selatan, wilayah Tanjung Barat, Rawa Jati, hingga Pejaten Timur juga terdampak cukup parah. Ketinggian air di sana berkisar antara 90 hingga 230 cm. Di Jakarta Barat, meski tak sebanyak wilayah timur dan selatan, genangan tetap tercatat di sejumlah RT di Duri Kosambi dan Sukabumi Utara.

Sebanyak 371 jiwa terpaksa dievakuasi ke pos pengungsian sementara. Aula kelurahan, RPTRA, sekolah, dan masjid disulap jadi ruang penampungan. Di Bidara Cina saja, 37 kepala keluarga atau 121 warga mengungsi, sedangkan di Kampung Melayu ada 14 KK dengan total 48 jiwa yang dibantu keluar dari rumahnya sejak dini hari. Petugas dari Dinas Sosial, Gulkarmat, hingga polisi dikerahkan langsung ke lapangan, lengkap dengan pelampung, kano, dan ring buoy.

Macet di Ibu Kota dan Respons Polisi

Sementara genangan terus menyebar, lalu lintas di sejumlah ruas utama Jakarta lumpuh sesaat. Titik kemacetan parah terjadi di sekitar kolong BNN Cawang, Jalan DI Panjaitan, hingga terowongan Manggarai. Ketinggian air yang berkisar antara 20–50 cm cukup membuat kendaraan kecil enggan melaju. Beberapa pengendara bahkan harus putar balik setelah diarahkan petugas.

Polda Metro Jaya menurunkan tim patroli lalu lintas untuk membantu pengaturan di titik rawan. Polisi tampak masuk ke air, memberikan arahan langsung, sekaligus menghalau kendaraan yang berisiko mogok. Bagi beberapa warga, kehadiran petugas yang turun langsung ke lapangan menjadi harapan tersendiri, di tengah situasi yang bisa berubah drastis dalam hitungan jam.

Hujan Kiriman, Pasang Laut, dan Sistem Pintu Air

Kepala BPBD menyebut bahwa penyebab utama genangan ini bukan hanya curah hujan lokal, melainkan luapan kiriman dari hulu. Bendung Katulampa di Bogor telah menunjukkan status siaga sejak Sabtu malam. Debit air tinggi bergerak cepat menyusuri aliran Ciliwung hingga akhirnya mencapai kawasan padat penduduk di Jakarta.

Selain itu, faktor pasang laut atau rob juga memperburuk kondisi. BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan adanya fase bulan baru dan perigee yang menyebabkan pasang maksimum antara 4 hingga 13 Juli. Situasi ini mempersulit pembuangan air ke laut, karena aliran dari darat tertahan di muara.

Pintu-pintu air seperti Angke Hulu, Sunter Hulu, dan Pintu Air Karet turut dipantau ketat. Dinas Sumber Daya Air juga mengaktifkan semua pompa stasioner di titik genangan utama. Koordinasi lintas sektor terus dijalankan antara Pemprov DKI, BPBD, hingga Satpol PP dan relawan lokal.

Ujian Tahunan dan Harapan Warga Kota

Genangan di ibu kota bukan sekadar cerita banjir tahunan. Ini pengingat akan kompleksitas pengelolaan kota dengan lebih dari sepuluh sungai besar dan jaringan drainase yang sering kewalahan. Meskipun program revitalisasi sungai dan normalisasi terus digaungkan, praktiknya masih menemui tantangan.

Warga yang tinggal di bantaran sungai paham betul pola banjir yang datang tak menentu. Ada yang memilih bertahan di lantai dua rumah, ada pula yang langsung mengevakuasi diri ke tempat aman. Di tengah derasnya air dan berita yang berseliweran, harapan tetap menyala: semoga air segera surut dan langit Jakarta kembali cerah.

Sumber: Detik – Update Banjir di Jakarta: 53 RT Terendam, Ratusan Warga Ngungsi – 6 Juli 2025
Sumber: RM.id – 53 RT Terendam Banjir Hingga 2,7 Meter, 371 Warga Mengungsi – 6 Juli 2025
Sumber: Bisnis.com – BPBD Catat 53 RT di Jakarta Terendam Banjir – 6 Juli 2025
Sumber: Liputan6 – 5 Fakta Banjir Jakarta Akibat Hujan Minggu Pagi – 6 Juli 2025
Sumber: Kompas – 50 RT Terendam Banjir pada Minggu Sore – 6 Juli 2025

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *