Dua Bocah Hilang di Los Angeles, Diduga Diculik Ibu Kandung Tengah Malam

Kehilangan dua anak di tengah malam selalu menyisakan kecemasan, terlebih bila melibatkan kemungkinan penculikan oleh orang terdekat. Itulah yang tengah mengguncang Los Angeles, ketika dua bocah laki-laki, Derek Alejandro Rodriguez yang baru berusia 2 tahun dan Jaden Hernandez yang berumur 10 tahun, mendadak hilang dari rumah asuh mereka.
Misteri ini mencuat pada Kamis pagi, saat keluarga asuh yang menjaga kedua anak tersebut menyadari pintu rumah terbuka dan tak ada tanda-tanda keberadaan Derek maupun Jaden. Kabar segera tersebar, dan dalam hitungan jam, Amber Alert dikeluarkan oleh otoritas setempat untuk mempercepat upaya pencarian.
Kronologi anak hilang dan dugaan penculikan oleh ibu kandung
Peristiwa bermula di kawasan South Virgil Avenue. Tepat pukul 01.30 dini hari, suara pintu yang dibuka membangunkan penghuni rumah asuh. Ketika mereka memeriksa, dua anak asuh mereka sudah tidak terlihat. Laporan polisi menunjukkan bahwa anak-anak diduga meninggalkan rumah atas kemauan sendiri, namun motif dan cara mereka bisa keluar tanpa jejak masih membingungkan.
Beberapa jam kemudian, warga melihat keberadaan keduanya bersama seorang perempuan dewasa di area Westlake. Perempuan itu dikenali sebagai Jackline Hernandez‑Torres, ibu kandung Derek dan Jaden. Identitas ini mengubah arah penyelidikan secara drastis. Dugaan penculikan oleh orang tua kandung pun muncul kuat.
Jackline Hernandez‑Torres berusia 30 tahun. Ia tidak memiliki hak asuh resmi atas kedua anaknya, yang menjadi dasar status hukum Amber Alert untuk kasus ini. Menurut keterangan dari Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD), keberadaan Jackline bersama dua anaknya adalah pelanggaran yang serius, meski secara emosional ia tetap ibu kandung.
Operasi pencarian pun diluncurkan secara menyeluruh. Unit udara, pasukan K-9, dan patroli darat dikerahkan untuk menyisir seluruh area tempat mereka terakhir terlihat. Pihak berwenang sempat merilis deskripsi kendaraan yang diyakini digunakan oleh Jackline, namun informasi itu kemudian ditarik tanpa alasan yang dijelaskan ke publik.
Deskripsi fisik korban dan pelaku penculikan anak
Pihak kepolisian memberikan rincian identitas dan ciri-ciri fisik untuk membantu masyarakat mengenali mereka. Derek, si bungsu, memiliki tinggi sekitar 60 cm dan berat 9 kg. Terakhir terlihat mengenakan baju dan celana gelap. Sementara kakaknya, Jaden, berpostur lebih tinggi sekitar 120 cm dan memiliki berat sekitar 25 kg, juga dengan pakaian serba hitam.
Jackline Hernandez‑Torres sendiri digambarkan sebagai perempuan berpostur 152 cm dan berbobot 54 kg. Rambutnya hitam, matanya cokelat, dan terakhir terlihat mengenakan kaos terang serta celana latihan berwarna gelap. Informasi ini menjadi kunci dalam upaya pelacakan karena otoritas berharap ada saksi mata yang bisa mengenali mereka di tempat umum.
Hingga kini, tidak ada informasi mengenai kendaraan yang mereka gunakan. Ketiadaan nomor plat, model, atau warna kendaraan membuat upaya pencarian menjadi lebih rumit, apalagi jika pelaku sengaja berpindah-pindah tempat.
Peran rumah asuh dan ambiguitas hukum hak asuh
Pertanyaan besar muncul di tengah masyarakat: bagaimana dua anak bisa meninggalkan rumah asuh tanpa diketahui? Dan mengapa ibu kandung mereka tidak memiliki hak asuh legal?
Menurut beberapa sumber internal dari sistem perlindungan anak di California, status hak asuh bisa dicabut karena berbagai alasan, mulai dari kondisi ekonomi, kesehatan mental, hingga riwayat kekerasan domestik. Namun tidak dijelaskan secara gamblang apakah Jackline memiliki catatan seperti itu. Satu hal yang pasti, hak asuhnya telah dicabut, dan anak-anak berada di bawah perlindungan negara melalui sistem foster care.
Situasi ini menggambarkan dilema moral dan hukum yang pelik. Di satu sisi, Jackline adalah ibu biologis yang mungkin hanya ingin bertemu anak-anaknya. Namun di sisi lain, pelanggaran hukum tetap berlaku jika prosesnya tidak sah dan membahayakan keselamatan anak.
Reaksi publik dan urgensi sistem Amber Alert
Pemberlakuan Amber Alert secara cepat menunjukkan keseriusan kasus ini. Amber Alert merupakan sistem peringatan nasional yang digunakan untuk menyebarkan informasi penculikan anak kepada publik, dengan harapan partisipasi masyarakat bisa mempercepat penemuan korban.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada detail yang diberikan. Namun kali ini, penarikan informasi kendaraan dari Amber Alert mengundang pertanyaan. Apakah karena informasi itu keliru? Atau justru strategi aparat agar pelaku merasa aman dan tidak buru-buru berpindah?
Sementara itu, media sosial dibanjiri unggahan masyarakat yang turut menyebarkan foto dan informasi anak-anak tersebut. Simpati publik mengalir deras, sebagian menyerukan agar sistem rumah asuh lebih ketat, sebagian lagi menyoroti trauma anak yang mungkin terjadi akibat perpindahan hak asuh secara paksa.
Para aktivis anak di Los Angeles menilai kasus ini sebagai ujian bagi sistem perlindungan anak di AS. Di satu sisi, negara harus menjamin keselamatan fisik dan psikologis anak, di sisi lain mereka tak boleh tercerabut dari kasih sayang orang tua kandung secara sepihak.
Belum ada kabar lebih lanjut mengenai lokasi Derek, Jaden, maupun Jackline hingga Jumat pagi waktu setempat. Kepolisian masih terus meminta bantuan publik jika ada yang melihat mereka di wilayah California atau sekitarnya.
Situasi ini bukan sekadar kasus penculikan biasa. Ia menyentuh ranah yang lebih dalam: soal ikatan darah, luka keluarga, dan bagaimana hukum berperan dalam menentukan batas cinta seorang ibu.
Sumber: New York Post – Two missing brothers, 2 and 10, possibly abducted by birth mom in LA – 22 Agustus 2025

