Proyek Kimia Strategis Senilai Rp600 Miliar, Bank bjb dan Victoria Ambil Peran Kunci

Bank bjb kembali menegaskan eksistensinya di dunia pembiayaan strategis nasional. Kali ini, bank pembangunan daerah tersebut bergabung dalam sindikasi kredit proyek pembangunan pabrik hidrogen peroksida yang digagas oleh PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI). Pabrik tersebut akan dibangun di kawasan industri kimia strategis Kabupaten Serang, Banten.
Langkah ini tidak sekadar penguatan portofolio, melainkan penanda arah baru yang menunjukkan bagaimana bank daerah bisa menjadi tulang punggung pembiayaan industri vital nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 metric tons per annum (MTPA), proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menembus pasar ekspor.
“Kami bangga bisa menjadi Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) dalam proyek ini. Ini membuktikan bahwa bank daerah mampu ikut serta dalam proyek berskala nasional, bahkan internasional,” ujar Ayi Subarna, Corporate Secretary bank bjb.
Pembiayaan Proyek Industri Kimia Bernilai Rp600 Miliar
Dalam skema pembiayaan yang disepakati, total plafon kredit sindikasi mencapai Rp600 miliar. Angka ini tidak hanya menunjukkan nilai proyek yang signifikan, tetapi juga tingkat kepercayaan antar lembaga keuangan terhadap potensi industri bahan kimia di Indonesia.
Bank bjb bersama Bank Victoria memegang peranan sebagai pemimpin sindikasi. Keduanya tidak hanya memberikan kontribusi finansial, tetapi juga dukungan teknis dan administratif selama proses berlangsung. Masing-masing bank lain seperti Bank Sinarmas, Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank Sulselbar, Bank INA Perdana, dan OK Bank juga ikut berpartisipasi dengan nilai kontribusi bervariasi.
Plafon kontribusi terbesar diberikan oleh Bank Victoria dengan nilai Rp200 miliar. Disusul Bank Sinarmas dengan Rp100 miliar dan bank-bank lainnya masing-masing menyumbang sekitar Rp50 miliar. Adapun tenor kredit yang disepakati mencapai 90 bulan, termasuk masa tenggang pembayaran pokok.
“Kepercayaan ini menjadi langkah penting bagi kami untuk membuktikan kapasitas dan peran strategis bank bjb di sektor pembiayaan industri dasar,” lanjut Ayi Subarna.
Pabrik Hidrogen Peroksida di Serang dan Kemandirian Industri Nasional
Pabrik yang akan didirikan oleh PT Hidrogen Peroksida Indonesia ini digadang-gadang sebagai penopang kebutuhan nasional terhadap bahan kimia strategis. Hidrogen peroksida merupakan komponen penting dalam berbagai industri mulai dari pulp dan kertas, tekstil, farmasi, hingga elektronik.
Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor bahan kimia ini. Ketergantungan tersebut membuat industri dalam negeri rentan terhadap fluktuasi harga global dan pasokan yang tidak stabil. Proyek HPI hadir untuk memotong rantai ketergantungan itu dan menggantinya dengan suplai dalam negeri yang lebih stabil serta efisien.
Dari kapasitas produksi tahunan sebesar 20.000 MTPA H2O2 100%, sekitar 70% di antaranya akan didistribusikan untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan sisanya akan diekspor ke pasar regional. Langkah ini diyakini akan menciptakan keseimbangan baru antara kebutuhan domestik dan potensi ekspor bahan kimia olahan.
“Proyek ini akan mengurangi ketergantungan terhadap impor dan membuka peluang ekspor. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat,” ungkap Budiarto Boentaran, Direktur Utama PT Sulfindo Adiusaha, pemegang saham utama HPI.
Dukungan Kontraktor Global dan Teknologi Internasional
Untuk membangun pabrik tersebut, PT Hidrogen Peroksida Indonesia menggandeng Nuberg Engineering Ltd, perusahaan teknik asal India yang telah berpengalaman dalam proyek-proyek skala besar di sektor kimia. Nuberg juga akan membawa serta dukungan teknologi dari mitra mereka di Swedia, yaitu Nuberg Sweden.
Kolaborasi antara perusahaan nasional dan internasional ini menjadi langkah penting dalam transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas engineering lokal. Tak hanya soal konstruksi, integrasi teknologi global juga diharapkan akan menciptakan efisiensi dalam produksi serta memastikan mutu produk yang konsisten untuk kebutuhan pasar global.
“Kami memilih Nuberg karena pengalamannya di berbagai negara dan kemampuannya menghadirkan solusi teknik yang efisien serta terpercaya,” terang perwakilan HPI dalam siaran resmi mereka.
Dampak Ekonomi: Tenaga Kerja Lokal hingga Pertumbuhan Kawasan
Selain aspek industri dan strategis, proyek ini membawa dampak ekonomi yang luas. Selama tahap konstruksi, pabrik ini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Mulai dari pekerja konstruksi hingga teknisi dan staf lapangan. Pada tahap operasional, akan muncul kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian khusus di bidang kimia dan logistik.
Efek domino lainnya adalah tumbuhnya rantai pasok lokal di sekitar kawasan industri. Peningkatan aktivitas logistik, kebutuhan bahan baku penunjang, serta jasa pendukung lainnya akan menggerakkan ekonomi di sekitar wilayah Serang.
Lebih jauh, kontribusi proyek ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diperkirakan cukup signifikan. Dengan kegiatan produksi yang berlangsung secara berkelanjutan dan pasar ekspor yang terbuka, Serang dapat tumbuh sebagai pusat industri kimia baru di Tanah Air.
“Kami berharap kehadiran pabrik ini bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan dan membuka jalan bagi investasi lainnya di sektor hilir,” kata seorang pejabat daerah setempat.
Proyek ini juga menjadi contoh konkret dari sinergi antara dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim industri yang sehat dan berkelanjutan.
Sumber: DetikFinance – Bank bjb & Bank Victoria Perkuat Proyek Kimia Strategis Senilai Rp600 M – 9 September 2025

